Generasi Millenial dikenal sebagai fokus pencapaian. Mereka memiliki kebutuhan tidak hanya untuk melakukannya dengan baik, tetapi untuk unggul dan melampaui semua tujuan dan aspirasi (Kaifi et al., 2012; Kowske et al., 2010). Generasi Millenial menikmati memanfaatkan teknologi. Generasi milenial menjadi tergantung pada teknologi pada usia yang lebih awal daripada generasi lain. Deal et al. (2010) menemukan, seperti mempelajari bahasa baru, orang yang memanfaatkan teknologi pada usia lebih dini menjadi lebih mahir daripada orang yang belajar di kemudian hari dalam kehidupannya. Diperkirakan bahwa semakin Millennials mulai mengambil alih tempat kerja, teknologi yang lebih terintegrasi akan berada dalam proses kerja (Kaifi et al., 2012).
Dimana berdasarkan hasil survey pengguna internet di Indonesia periode 2019-kuartal II 2020, jumlah pengguna internet per kuartal II tumbuh cukup signifikan dibandingkan dengan hasil survey pada 2019 lalu tentang perilaku pengguna internet 2018.
Dengan pemuda generasi millennial dapat memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat sebagai agen perubahan dengan kemahiran penguasaan teknologi serta ilmu pengetahuan yang dimiliki.
Oleh karenanya penting kiranya mengembangkan peran para generasi millennial dalam upaya bela negara Indonesia di era digital. Pada masa sekarang, bela negara bukan hanya menghadapi ancaman militer berupa agresi dan pelanggaran wilayah, melainkan juga menghadapi ancaman nonmiliter.
Adapun bentuk perwujudan bela negara yang dapat dilakukan oleh generasi millennial Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Menjaga Keamanan & Ketertiban
2. Mematuhi Aturan/Norma
3. Mengabdi Pada Tanah Air Sesuai Keahlian
4. Menciptakan Kerukunan
5. Berpartisipasi Aktif Dalam Kegiatan Positif Generasi Millennial
6. Melestarikan Budaya Bangsa
7. Menjaga Keutuhan Harkat & Martabat Bangsa
Instagram merupakan situs jejaring sosial pertama yang lahir dengan ponsel. Secara umum, Instagramm merupkan aplikasi gratis yang memungkinkan Anda untuk mengirim gambar dan video (Wood, 2015). Seperti Pinterest, Instagram tidak didasarkan pada percakapan, yang membuatnya “media sosial lite Ini membuatnya jauh lebih dapat dicapai dibandingkan dengan percakapan yang intensif sebagai platform seperti Facebook atau Twitter. (Miles, 2014). Siapa pun dapat membuat akun di Instagram untuk mulai berbagi konten dan mengikuti individu, selebriti, perusahaan, dan merek lain (Trong, 2014). Instagram memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi dalam keterlibatan audiens dibandingkan media sosial lainnya. Ini memberikan keterlibatan 58 kali lebih banyak dari pada Facebook dan 120 kali lebih banyak keterlibatan daripada Twitter. Untuk merek yang ingin memasarkan diri mereka sendiri, Instagram juga menghadirkan audiens konsumen yang luar biasa. Audiens ini tidak hanya mencari konten, tetapi juga berbagi foto pengalaman mereka dengan merek dan produk mereka. Dengan begitu instagram bisa menjadi wadah untuk generasi milennial mempromosikan betapa pentingnya bela negara
• Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Promosi
Efektivitas juga bisa dikatakan sebagai suatu alat ukur tujuan tertentu dengan tingkat pengukuran yang tidak terlalu rumit. Apabila hasil yang didapatkan semakin mendekati tujuan maka tingkat efektifitas akan semakin tinggi (Kottler dan Keller, 2012). Salah satu alat ukur efektifitas yang biasa digunakan oleh banyak orang yaitu model AISAS. Menurut Mashari (2012), model AISAS adalah suatu model yang digunakan oleh seseorang untuk mencari suatu informasi yang bertujuan untuk meyakinkan dirinya dalam mengambil suatu keputusan. Model AISAS sendiri dicetuskan oleh Dentsu pada tahun 2005 dan merupakan singkatan dari Attention, Interest, Share, Action dan Share. Sugiyama (2011) berpendapat bahwa model AISAS sangat relevan di era digital pada saat ini.
Dengan adanya instagram generasi milennial bisa melakukan hal-hal yang berkaitan dengan Bela Negara salah satunya adalah poster tentang bela negara yang diunggah keakun instagram, membuat video edukasi tentang bela negara yang diunggah diakun media sosial serta masih banyak lagi hal-hal positif yang dilakukan berkaitan dengan bela negara. Intinya, generasi millennial adalah modal besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam segala aspek.
Daftar Pustaka
Deal, J., Altman, D., & Rogelberg, S. (2010). Millennials at work: what we know and what we need to do (if anything). Journal of Business & Psychology, 25(2), 191-199.
Kaifi, B. A., Nafei, W. A., Khanfar, N. M., & Kaifi, M. M. (2012). A multi-generational workforce: managing and understanding millennials. International Journal of E business & Management, 7(24), 88-93.
Kowske, B., Rasch, R., & Wiley, J. (2010). Millennials’ (lack of) attitude problem: an empirical examination of generational effects on work attitudes. Journal of Business & Psychology, £] 25(2), 265-279.
Miles, J. (2014). Instagram Power. McGraw-Hill Education books. USA.
Trong, T. (2014). A status analysis of current digital marketing: a case study of Kauneusstudio FAB. Laurea University of Applied Sciences.
Wood, C. (2015). How to use Instagram for business and pleasure. 23 Super Effective Ways To Turn Your Instagram Followers Into Raving Fans. Amazon Digital Services, Inc.
No comments:
Post a Comment